Assalammualaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Alloh Swt., atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga website Dinas Pariwisata Kota Mataram hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai salah satu media sosialisasi bidang pariwisata terhadap masyarakat, baik praktisi maupun stakeholder lainnya. Kehadiran website ini memiliki arti penting bagi masyarakat yang peduli terhadap pariwisata di Kota Mataram

Menelusuri sejarah Kota Mataram dari zaman raja-raja, zaman Pemerintahan Kolonial Belanda, Zaman Pendudukan Jepang dan terbentuknya Negara Indonesia Bagian Indonesia Timur dari Konferensi Meja Bundar (KMB) 27 Desember 1949.

Kata-kata bijak menyebutkan : segala abad adalah bersambung oleh adanya berbagai sebab dan akibat yang tidak putus-putus dan telah mengikat segala yang terdapat sebelumnya.

Pada masa pulau Lombok diperintah oleh para raja-raja, Raja Mataram Tahun 1842 Masehi menaklukan kerajaan Pagesangan setahun kemudian tahun 1834 menaklukan kerajaan kahuripan. Kemudian Ibukota Kerajaan dipindahkan ke Cakranegara dengan ukir Kawi Nama Istana Raja. Raja Mataram (Lombok) selain terkenal kaya raya juga adalah raja yang ahli tata ruang kota, melaksanakan sensus penduduk kerajaan dengan meminta semua penduduknya mengumpulkan jarum. Penduduk laki-laki dan perempuan akan diketahui lewat ikatan warna tali pada jarum-jarum yang diserahkan. Setelah raja Mataram jatuh oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan korban Jenderal Van Ham, yang monumenya ada di Karang Jangkong Cakranegara, mulailah diterapkan system pemerintahan dwitunggal berada di bawah Afdelling Bali Lombok yang berpusat di Kota Singaraja Bali. Pulau Lombok dalam pemerintahan dwitunggal terbagi menjadi tiga Onder Afdelling, dari pihak Kolonial sebagai wakil di sebut Controleur dan dari wilayah di sebut Kepala Pemerintahan Setempat (KPS) sampai ke tingkat ke distrikan. Adapun ketiga wilayah administratif masih disebut West Lombok (Lombok Barat) Midle Lombok (Lombok Tengah) dan East Lombok (Lombok Timur) dipimpin oleh seorang controleur dan Kepala Pemerintahan Setempat (KPS). Untuk wilayah West Lombok (Lombok Barat) membawahi tujuh wilayah administratif yang meliputi :

1.Kedistrikan Ampenan Barat di Dasan Agung

2.Kedistrikan Ampenan Timur di Narmada

3.Kedistrikan Bayan di Bayan Belek

4.Kedistrikan Tanjung di Tanjung

5.Kedistrikan Gerung di Gerung

6.Asisten Distrik Gondang di Gondang

7.Kepunggawaan Cakranegara di Mayura

Untuk Kepunggawaan Cakranegara dipimpin oleh punggawa, tidak memimpin wilayah yang dipimpin adalah umat Hindu se-Pulau Lombok seperti Kepunggawaan Cakranegara semua pemeluk agama Hindu, ada juga Kepala Suku Bugis, Suku Arab dan Suku Tionghoa. Di bidang peradilan, Kepala Distrik diberikan wewenang penuh untuk bertindak sebagai kehakiman dan kejaksaan dalam memutuskan dan memenjarakan orang selama tujuh hari tanpa boleh banding, kelembangaan hukumnya disebut “Raat Sasak” dan “Raat Kertha” untuk Hindu. Di bidang Pendidikan, pada masa pemerintahan Hindia Belanda menerapkan system pendidikan bertingkat yang diantaranya :

1.Voolkes School, hanya ada 1 unit di tiap desa (pemusungan), murid yang dididik kelas I-III

2.Vervoleg School, hanya ada di tiap kedistrikan, 1 unit murid yang dididik kelas III-V

3.Holand Inland School (HIS), sekolah yang pengantaranya Bahasa Belanda, muridnya anak-anak orang belanda, distrik, orang berpengaruh dan pengusaha, murid yang dididik kelas V-VII

4.MILO setingkat SMP hanya ada di Pulau Jawa

5.A.M.S setingkat SLTA

6.Holden Bestuur School (HBS) sekolah khusus bidang ilmu pemerintahan di Makasar.

Visi dan Misi Dinas Pariwisata Kota Mataram  

             Dalam rangka mendukung terwujudnya Visi Walikota yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Daerah ( RPJMD ) Kota Mataram 2011-2015 yaitu  “Terwujudnya Masyarakat Kota Mataram yang Maju, Religius dan Berbudaya dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki serta fasilitas pendukungnya dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram maka ditetapkan Visi Dinas Pariwisata Kota Mataram yaitu : “Terwujudnya Pariwisata Kota Mataram yang Berbasis Nilai Agama dan Budaya Menuju Masyarakat yang Maju, Religius dan Berbudaya” .

Penjelasan VISI

Penjelasan Visi : Pariwisata Kota Mataram yang Maju, Religius dan Berbudaya. Kota Mataram melakukan pembangunan kepariwisataan secara menyeluruh terpadu dan bertahap melalui penyediaan sumber daya dan daya tarik wisata, fasilitas wisata dan fasilitas umum, dukungan kesiapan dan keterlibatan masyarakat guna peningkatan waktu lama tinggal wisatawan dan banyaknya pengeluaran wisatawan di daerah dengan berlandaskan kepada nilai-nilai agama dan norma-norma yang merupakan masyarakat lokal.

MISI

Untuk mewujudkan Visi tersebut dan guna memberikan arah serta tujuan yang ingin dicapai, memberikan fokus terhadap program yang akan dilaksanakan maupun untuk menumbuhkan partisipasi semua pihak maka ditetapkan Misi  sebagai berikut  :

1.  Penataan Data/Informasi tentang Pariwisata.

     Data/Informasi pembangunan Kepariwisataan maksimal tersedia secara lengkap mengenai Data Hotel, Rumah Makan dan Restoran, Data Obyek Wisata,    Sanggar Seni dan sebagainya. Data tersebut sangat diperlukan dalam pengambilan kebijakan untuk merumuskan program dan kegiatan dalam pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan.

2.   Peningkatan Pengembangan Kesenian dan Budaya Daerah.

Peningkatan pengembangan Kesenian dan Budaya Daerah dilaksanakan melalui Kegiatan Pembinaan, Atraksi Pagelaran, Pentas Seni dan Budaya yang semuanya dimaksudkan untuk meningkatkan dan menumbuh kembangkan para seniman dalam berkreasi sehingga kedepan sanggar seni yang ada di Kota Mataram dapat eksis dan mandiri.

3.  Peningkatan Pengembangan Destinasi Pariwisata.

Peningkatan pengembangan Destinasi Pariwisata akan dilakukan melalui penataan kebersihan pada Obyek-obyek Wisata, Peningkatan kapasitas SDM dibidang Pariwisata, pembuatan Destinasi Obyek Wisata Baru.

4.  Peningkatan Pengembangan Pemasaran Pariwisata

Peningkatan Pengembangan Pemasaran Pariwisata dilakukan melalui kegiatan Promosi Didalam maupun Diluar Daerah dengan cara mengikuti Pameran Dalam arti perlu adanya upaya untuk mewujudkan strategi promosi pariwisata yang beroientasi pada efektifitas, efisiensi, informasi tepat sasaran sehingga mampu mengantisipasi permintaan pasar, mengenalkeinginan dan motivasi pasar serta mendorong timbulnya permintaan dari dalam negeri dan luar negeri. 

5.  Peningkatan Penyelenggaraan Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Kepariwisataan.

Penyelenggaraan Pengaturan Kepariwisataan berkaitan dengan pengaturan tata ruang Kawasan Wisata, sedangkan pembinaan berkaitan dengan sanggar seni dan kelompok kesenian tradisional yang bertujuan untuk melestarikan kesenian tradisional yang sudah hampir punah di masyarakat.

Untuk pengawasan dan pengendalian kepariwisataan ditujukan terhadap pengawasan dan penertiban serta pengendalian terhadap usaha  pariwisata.



Vote..!