Februari, Pelaku Usaha Wisata Diskon Besar-Besaran

Dipostkan pada : 2017-01-24    Oleh : Salman    Viewer : 151

MATARAM—Bulan Januari hingga Maret, merupakan bulan yang sepi kunjungan wisatawan, atau biasa dikenal sebagai low session. Sepinya wisatawan yang berlibur itu juga mulai dirasakan pada bulan Januari 2017 ini oleh para pelaku usaha wisata di Provinsi NTB, khususnya di Pulau Lombok, yang merupakan daerah tujuan wisata.

Lombok Sumbawa Great Sale 2017, jelas Faozal, yaitu sebuah konsep pemasaran yang diterapkan para pelaku usaha wisata melalui pemberian harga diskon untuk produk-produknya, yang diharapkan dapat membuat para wisatawan tertarik berkunjung ke Lombok maupun Sumbawa untuk berwisata.

“Diskon yang ditawarkan juga cukup besar. Seperti usaha perhotelan anggota PHRI NTB misalnya, masing-masing hotel menawarkan diskon harga kamar mulai dari 30 persen hingga 70 persen. Kemudian UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang diikuti 38 outlet, menawarkan diskon harga produk mulai 30 persen sampai 40 persen. Berikutnya rumah makan atau restaurant, selama bulan Februari itu memberlakukan diskon harga 10 persen hingga 20 persen. Demikian pula paket-paket wisata yang ditawarkan anggota ASITA NTB, berlaku diskon harga mulai dari 30 persen sampai 40 persen,” terang Faozal.

Tak hanya itu sambung mantan Kabag Humas Setdaprov NTB ini, 18 unit usaha yang ada di Lombok Internasional Airport (LIA), yang merupakan pintu gerbang utama kedatangan wisatawan ke NTB, juga akan didorong untuk mengikuti Lombok Sumbawa Great Sale ini, memberikan potongan harga selama bulan Februari kepada para pembelinya.

Termasuk berbagai maskapai penerbangan yang melayani rute penerbangan dari dan ke Lombok, saat ini sedang dibicarakan melalui manajemen masing-masing, agar juga ikut berpartisipasi mengikuti diskon harga besar-besaran yang berlangsung di NTB, untuk menyikapi selama terjadinya low session di NTB.

“Untuk maskapai penerbangan, yang telah konfirm ikut partisipasi dalam Lombok Sumbawa Great Sale 2017 ini baru pihak Garuda, yang akan memberikan diskon harga tiket penerbangan sebesar 15 persen hingga 20 persen dari rate terendah. Sedangkan maskapai lainnya seperti Lion Air, Citylink, dan Air Asia, masih menunggu keputusan final dari manajemen masing-masing. Paling tidak dua tiga hari ini sudah ada keputusan final. Pun transportasi darat seperti taksi anggota Blue Bird, juga sedang dibicarakan dengan pihak manakemennya,” ungkap Faozal.

“Kalau pada musim sepi tamu, atau low session, contohnya occupancy (tingkat keterisian tamu) hanya sekitar 35 persen saja, bahkan kurang. Maka melalui konsep pemasaran Lombok Sumbawa Great Sale 2017 ini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah tamu hotel menjadi sekitar 50 persen. Demikian sektor usaha wisata lainnya,” harap Faozal.

Sementara GM LIA, PT Angkasa Pura I, Gusti Ngurah Ardita, menyampaikan kalau saat ini pihaknya sedang mempersiapkan berbagai proyek pembangunan maupun perbaikan berbagai fasilitas yang ada di LIA, untuk menyikapi arus keberangkatan dan kedatangan penumpang yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Mulai dari fasilitas toilet, tahun ini semua akan diganti sesuai dengan standar internasional. Kemudian untuk menampung penumpang yang sedang menunggu, maka pihaknya juga akan mengembangkan lantai tiga sebagai ruang tunggu. Demikian untuk para penjemput atau pengantar penumpang, agar mereka nyaman, juga akan dibangun selasar di depan terminal dengan panjang 120 meter, dan lebar 21 meter.

“Untuk penataan di kawasan terminal ini kami telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 23 miliar. Belum lagi kami juga akan menata landscape (taman) yang ada di depan kawasan Bandara, berdampingan dengan Taman yang dikelola Dispar NTB, kami juga telah menganggarkan Rp 4 miliar. Sehingga para penumpang yang baru datang atau berkunjung ke NTB merasa sejuk dan nyaman, melihat keindahan taman-taman sekitar Bandara,” beber Ardita.

Ketua BPPD NTB, H. Affan, menyatakan akan mendukung segala kebijakan yang ditempuh Dispar NTB. “Apalagi BPPD NTB ini merupakan ujung tombak pemasaran pariwisata NTB. Tanpa diperintah pun kami akan langsung bergerak untuk mempromosikan konsep pemasaran Lombok Sumbawa Great Sale 2017 ini,” tuturnya.

Senada, Ketua PHRI NTB, HL Abdul Hadi Faishal, juga menyampaikan bahwa Lombok Sumbawa Great Sale 2017 ini merupakan momen yang dinanti-nanti oleh para pelaku usaha perhotelan. “Musim low session seperti bulan sekarang ini, hingga dua bulan kedepan, kalau tidak segera disikapi dapat menjadi pukulan telak bagi kami, para pelaku industry perhotelan. Karena itu, kami para anggota PHRI tentu akan mendukung gagasan Dispar NTB ini,” tegasnya.

Pun Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka,  dan Ketua ASPPI NTB, JN Wirajagat, masing-masing bertekad untuk mensukseskan kegiatan ini, untuk mewujudkan target kunjungan 3,5 juta wisatawan ke NTB tahun 2017. “Kami DPD ASITA NTB akan bersurat kepada relasi dan seluruh DPD ASITA se Indonesia terkait program ini. Sehingga mereka mengetahui dan menjual paket-paket sesuai dengan yang ditawarkan dalam Lombok Sumbawa Great Sale 2017,” papar Dewantoro.

“Demikian pula anggota DPD ASPPI NTB, yang anggotanya terdiri dari para pemilik usaha Travel Agent dan perhotelan, juga siap mendukung dan mensukseskan konsep pemasaran ini. Selain berkoordinasi dengan DPP dan DPD ASPPI se Indonesia, kami juga dalam waktu dekat (Maret), akan menggelar Lombok Travel Mart (LTM) ke IV, yang akan diikuti oleh 250 buyer dari Indonesia maupun mancanegara. Insya Allah target ini akan terealisasi, karena baru tiga hari dilaunching, sudah ada 50 persen buyer yang confirm mengikuti kegiatan,” pungkas Jagat. (gt)

Sumber: www.radarlombok.co.id