FESTIVAL BUDAYA MENTARAM

Dipostkan pada : 2016-12-19    Oleh : Salman    Viewer : 196

Festival Mentaram 2016 resmi dibuka tanggal 24 November 2016 oleh Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dalam sambutannya ingin menjadikan acara parade seni dan budaya ini sebagai upaya Pemerintah Kota Mataram untuk mengangkat dan melestaraikan seni dan budaya yang ada di Mataram dan Nusa Tenggara Barat.

Program pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menjadi agenda tahunan pemerintah. Festival budaya bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke mataram dan lombok.

Ingin mengetahui budaya dan adat suatu daerah bisa menjadi alasan wisatawan untuk berkunjung ke daerah wisata, Mataram telah memberikan satu jadwal even tahunan yang tetap. Festival mentaram 24-26 November 2016 telah menyajikan banyak sekali kesenian dan budaya yang ditampilkan, berikut beberapa ulasannya; pertama, Parade seni dan budaya, pada parade yang menampilkan berbagai macam seni dan budaya, salah satu yang menarik adalah atraksi Walikota Mataram yang melakukan atraksi Ngurek yaitu atraksi menusukkan benda tajam ke tubuh dan tidak melukainya. Ngurek dalam tradisi banten di kenal debus.

Dalam parade ini, disuguhkan juga tradisi bisok beras atau mencuci beras, tradisi bisok beras ini sudah turun temurun dilaksanakan masyarakat sasak. Tradisi ini biasanya dilaksanakan saat acara begawe/pesta perkawinan, dimana beras yang akan digunakan untuk nasi begawe/pesta dicuci secara bersama-sama oleh para perempuan sasak dan pemuda sasak yang mengiringinya. Tradisi ini unik dan menarik memberikan teladan Gotong Royong untuk saling membantu.

Kedua, Presean, presean adalah tradisi permainan masyarakat sasak, dengan cara duel antara dua orang pepadu, pepadu adalah laki-laki sasak yang sudah ahli dalam seni presean. Seni duel bertanding antara dua orang laki-laki, menggunakan rotan sebagai alat pemukul dan tameng berbentuk segi empat yang dibuat dari kayu yang dilapisi kulit hewan seperti tameng untuk menangkis pukulan lawan. Pada acara fetival mentaram seni presean hanya bersifat eksebisi, yaitu menampilkan seni berpresean tanpa bermaksud untuk mengalahkan musuh. Pada umumnya presean sampai salah satu pihak dinyatakan kalah oleh wasit yang memimpin lomba, atau bisa dinyatakan kalah kalau salah satu pihak kenal pukulan dibagian kepala lalu bocor atau mengeluarkan darah dari bagian kepala. Presean ini berfilosofi masyarakat sasak adalah masyarakat pantang menyerak, tidak takut, apabila dihadapkan masalah akan menyelesaikan permaslahan secara adil dan apabila kalah dalam suatu perkara menerima hasil yang telah ditetapkan oleh sang pengadil/wasit.

Ketiga, festival kuliner/stand kuliner, kuliner menjadi salah satu daya tarik lombok bagi wisatawan, ayam taliwang, pelecing, beberoq, nasi puyung, sate pusut dan berbagai panganan lainnya khas lombok tidak asing lagi wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Bagi para pencinta kuliner lombok pasti akan tergoda dengan stand kuliner ini.

Keempat, Permainan rakyat, pergelaran seni dan budaya. pergelaran seni dan budaya sasak dan berbagai seni dan budaya di Kota Mataram menambah kemeriahan tersendiri dalam festival mentaram. Permainan rakyat sasak seperti permainan gansingan atau gangsing yang umum dikenal telah menah permainan turun temurun bagi masyarakat sasak. Memperkenalkan dan melestarikan kembali permainan rakyat adalah adalah wujud dari cinta kebudayaan gumi sasak khususnya, Nusa Tenggara Barat dan merawat warisan budaya nusantara. Wajar kalau kita menyebut festival mentaram sebagai festival budaya mataram.

Selamat datang di Kota Mataram, Selamat datang di bumi pelestari wajah nusatara.

Ayo ke Mataram, Solah molah nyaman lek mataram