Sosialisasi TDUP Dan Sertifikasi Hotel Berbintang

Dipostkan pada : 2016-10-11    Oleh : Salman    Viewer : 355

Sosialisasi TDUP dan Sertifikasi Hotel Berbintang

Sosialisasi TDUP dan Sertifikasi Hotel Berbintang

MATARAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudparta) Kota Mataram menggelar Sosialisasi Tanda daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan Sertifikasi Hotel Berbintang bagi para pelaku pariwisata Kota Mataram. Kegiatan yang digelar di Hotel Lombok Raya Mataram pada Kamis (29/09/16) ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito, serta menghadirkan empat narasumber; Asisten Deputi Bidang Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI Agus Priyono, Kepala Bidang Standar Usaha Pariwisata Kementerian Pariwisata RI Arius Santun, Kepala Dinas Pariwissata Kota Mataram H. Abdul latif Nadjib, dan Kepala BPMP2T Cokorda Sudira Muliarsa.

Membacakan sambutan tertulis Walikota, Sekda Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito mengatakan bahwa setiap usaha memiliki koridor-koridor peraturan yang harus ditaati oleh setiap pelaku usaha, termasuk usaha di bidang pariwisata. Melalui sosialisasi ini, pelaku usaha pariwisata seperti pengusaha hotel dan restoran yang menjadi peserta dapat menggali informasi seluas-luasnya terkait Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) dan Sertifikasi Hotel Berbintang dari narasumber. Termasuk yang terkait dengan prosedur dan tata cara pendaftaran dan sertifikasi, sekaligus mengetahui secara pasti pentingnya memiliki TDUP dan Sertifikasi Hotel Berbintang sebagai bentuk nyata legalitas usaha yang dikelolanya. “Manfaatkan kegiatan ini untuk berdiskusi dan bertanya soal-soal terkait kepada narasumber”, pesannya.

Hal serupa dikatakan oleh narasumber pertama Asisten Deputi Bidang Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata RI Agus Priyono. Ditengah paparan yang disampaikannya, Agus meminta agar seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait TDUP yang belum dipahami kepada dirinya agar nantinya seluruh peserta benar-benar memahami mengenai keberadaan TDUP yang merupakan syarat bagi perusahaan untuk menjalankan usaha serta syarat untuk mengajukan sertifikasi. Atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, dirinya akan berupaya menjelaskan sampai benar-benar dapat dipahami. “Saya lebih baik tidak pulang kalau bapak ibu belum jelas”, ujarnya. (ufi/yud-humas