TRADISI LEBARAN TOPAT DI KOTA MATARAM

Dipostkan pada : 2016-10-05    Oleh : Salman    Viewer : 256

TRADISI LEBARAN TOPAT DI KOTA MATARAM

 

Lebaran topat atau dalam bahasa Indonesia Lebaran ketupat merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilaksanakan masyarakat sasak di Mataram maupun masyarakat sasak diseluruh penjuru pulau Lombok. Lebaran topat adalah budaya masyarakat Lombok yang masih dipelihara dan dilaksanakan sampai saat ini.

Lebaran topat dilaksanakan seminggu setelah hari raya idul fitri, lebaran topat merupakan perayaan kemenangan bagi masyarakat sasak yang melanjutkan puasa sunnah selama 6 hari dari tanggal 2 – 7 syawal sebagaimana dianjurkan oleh Nabi Muhammad. Pada tanggal 8 syawal atau 7 hari setelah hari raya idul fitri dilaksanakanlah perayaan lebaran topat. Lebaran topat adalah hari raya kecil bagi mereka yang melaksanakan puasa sunnah syawal meskipun perayaannya besar-besaran dan meriah.

Di Kota Mataram dan seluruh penjuru Lombok, masyarakat melaksanakan puasa sunnah syawal dan khususnya bagi para perempuan sasak memanfaaatkan waktu ini untuk penggantian puasa wajib bulan ramadhan (tidak puasa karena haid) diganti pada waktu puasa sunnah syawal ini. Suasana puasa ramadhan masih terasa di bulan syawal karena masjid-masjid di Mataram masih membangunkan masyarakat jam 3.00 pagi untuk melakukan sahur puasa sunnah syawal.

Setelah sebulan penuh puasa ramadhan dan 6 hari puasa sunnah syawwal, masyarakat sasak membuat perayaan besar lebaran topat di masjid-masjid, makam-makam yang dikeramatkan dan objek wisata.

Kota Mataram menempatkan makam bintaro Ampenan dan Taman loang baloq menjadi pusat festival lebaran topat tahun 2016. Ribuan masyarakat Kota Mataram dan masyarakat dari penjuru Lombok memadati dua lokasi perayaan lebaran topat ini, meskipun tidak semua masyarakat Lombok melakukan puasa sunnah syawal, namun perayaan lebaran topat dilakukan oleh semua masyarakat. Suasana sangat ramai dan meriah menjadikan lebaran topat bisa menjadi destinasi wisata tahunan.

Lebaran topat diawali dengan melakukan kegiatan zikir, ngurisan (tradisi potong rambut bagi bayi) di masjid-masjid dan makam. Lalu setelah selesai acara di masjid masyarakat berbondong-bondong menuju tempat wisata untuk rekreasi. Masyarakat menuju tempat wisata dengan membawa bekal topat atau ketupat, kue bantal, lauk pauk dan berbagai macam panganan sebagai bekal berekreasi.

Perayaan lebaran topat memiliki dua makna, makna spiritual dan makna sosial. makna spiritual, masyarakat sasak yang melaksanakan puasa sunnah syawal merayakan lebaran untuk menambah ketakwaan kepada Allah SWT karena sudah melaksanakan puasa sunnah syawal. dan makna sosial lebaran topat adalah siapapun bisa mengikuti lebaran topat meskipun tidak melakukan puasa sunnah syawal dan meningkatkan silaturrahmi antar masyarakat.

Ayo Ke Mataram Solah, Molah, nyaman leq Mataram, Ayo Ke Mataram anda akan menemukan keindahan, Ayo ke Mataram anda akan mendapat kemudahan, Ayo Ke Mataram Anda nyaman.