MATARAM PUNYA CERITA TENTANG MTQ NASIONAL

Dipostkan pada : 2016-08-31    Oleh : Salman    Viewer : 268

Perhelatan Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional ke 26 yang digelar di Mataram 27 Juli s/d 7 Agustus 2016 menyisakan kesan yang akan terus dikenang sepanjang zaman. Jika sebelumnya, 43 tahun yang lalu, gelaran serupa pernah digelar di Mataram, saat ini gaungnya jauh berbeda. Atmosfir religiusitas tampak dalam setiap cabang yang dilombakan tak pernah sepi dari penonton. Arena Utama MTQ di Islamic Center, tempat dilangsungkannya Cabang Tilawah Tingkat Dewasa menyedot perhatian banyak pecinta Al Qur’an. Ribuan masyarakat yang tidak hanya datang dari Kota Mataram bahkan dari pulau Sumbawa pun turut hadir menyaksikan para Qori’ dan Qori’ah dari penjuru Nusantara.

Sejak awal dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, antusias masyarakat memadati ruas jalan Langko, Pejanggik, dan Udayana. Kemeriahan Pembukaan MTQ Nasional juga tampak dari anggunnya ruas jalan Protokol dengan Lampion berlafazkan Asmaul Husna dengan corak beraneka warna.

Gubernur NTB, Dr. KH. M. Zainul Majdi memuji toleransi ummat beragama dalam turut mensukseskan gelaran MTQ Nasional. Terlibatkan seluruh unsur Ummat Beragama dengan berbagi peran di setiap lini seperti Ummat Kristiani yang turut mendukung kelancaran kegiatan MTQ Nasional, Ummat Hindu dengan Pecalangnya turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban, Etnis Tionghoa dengan berbagai fasilitas dukungannya pun turut ambil bagian dalam menyemarakkan even yang sulit terulang dalam waktu singkat.

Pujian lain datang dari Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin. Dikatakannya, pelaksanaan MTQ Nasional di Mataram Nusa Tenggara Barat merupakan penyelenggaraan yang termeriah sepanjang pelaksanaan MTQ. Ungkapan tersebut disampaikan melihat sepanjang pelaksanaan MTQ Nasional, setiap cabang lomba selalu sesak dipenuhi oleh masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung para peserta berlomba. Sang Menteri pun menyebutkan, MTQ Nasional di Mataram juga merupakan MTQ yang tercanggih karena menggunakan sistem teknologi informasi dimulai dari pendaftaran peserta. Dengan sistem ini, dikatakan Lukman, meminimalisir adanya permainan umur yang dilakukan oleh setiap kafilah.

Hal lain yang semakin mengharumkan nama tuan rumah di kancah Nasional yakni dengan pecahkan 3 Rekor yang dicatatkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas 3 kegiatan yakni Sima’an Al Qur’an oleh Seribu Huffaz se Pulau Lombok, Menyanyikan Mars MTQ yang dinyanyikan oleh lebih dari 93 ribu pelajar dan masyarakat se Kota Mataram, dan Pembancaan Al Barzanjhi oleh lebih dari 10 ribu peserta.

Seakan tidak ingin ada sedikitpun cela sepanjang penyelenggaraan, Pemerintah Kota Mataram bersama jajarannya senantiasa terus berupaya melakukan pemantauan dan evaluasi secara periodik. Para kafilah dari 34 Provinsi dibuat nyaman dengan pelayanan dan sambutan masyarakat Kota Mataram khususnya dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya. Dapat dimaklumi bahwa dengan populasi penduduk 87 persen beragama Islam, NTB diharapakan menjadi barometer dari kebudayaan Islam di Indonesia bahkan di Dunia. Bahkan Presiden Jokowi pun menyebutkan bahwa Indonesia sudah memiliki formulasi Islam yang dinilai tepat yakni Islam Washatiyah atau Islam Moderat yang menjunjung nilai nilai agama Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.(dh)