Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mataram Ke 23

Dipostkan pada : 2016-08-22    Oleh : Salman    Viewer : 1112

MATARAM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mataram ke 23 pada tanggal 31 Agustus nanti, dipastikan akan banyak berbeda dengan tahun sebelumnya. Abdul Latif Najib, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Mataram, sekaligus ketua Panitia Pelaksana mengatakan, rangkaian acara HUT Kota akan berlangsung dari tanggal 20 Agustus sampai 3 September.

 

“Dalam HUT kota kali ini untuk pertama kalinya ada kirab bendera Pataka Kota Mataram,” kata Latif.

Bendera Pataka akan dibawa berkeliling ke seluruh kecamatan di Kota Mataram. Mulai dari Ampenan, Sekarbela, Mataram, Sandubaya, Cakranegara dan terakhir di Kecamatan Selaparang. Baru, kembali di bawa ke Kantor Wali Kota Mataram. Tak hanya sekadar dibawa berkeliling, bendera juga akan diinapkan satu hari.

“Ini sesuai dengan keinginan pak wali, agar dalam HUT ini yang melaksanakan aktifitasnya itu rakyat,” imbuhnya.

Selama bendera pataka ada di masing-masing kecamatan, beberapa acara hiburan akan digelar dan melibatkan masyarakat yang ada di kecamatan tersebut. Sehingga, tumbuh kebanggaan dan kegembiraan masyarakat ulang tahun kotanya.

Sejak tanggal 20 Agustus atau hari ini, rangkaian kegiatan ulang tahun kota dimulai. Sejumlah kegiatan yang digelar sepertu gerak jalan siswa SD, SMP dan SMA. “Lalu tanggal, 25 Agustus, ada lomba cipta menu,” ulasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan bersepeda bersama wali kota dengan menyusuri tapal batas kota bersama masyarakat. Tidak hanya siang hari, berseda juga rencananya akan dilakukan malam hari untuk menikmati keindahan kota dengan suasana yang berbeda. Memasuki tanggal 29 Agustus, kegiatan lebih bersifat religius dan mengedepankan kearifan lokal, seperti zikir bersama melibatkan 3 ribu ibu-ibu dari majelis taklim. Lalu ada tasyakuran dan begibung.

“Yang menarik lagi, wali kota dan wakil wali kota bersama pimpinan SKPD akan melakukan anjangsana ke kediaman para sepuh kota Mataram, seperti Mamiq Mujitahid,” ulasnya.

Ini sekaligus awal untuk menghapus tradisi lama di mana para sepuh yang sebenarnya harus dituakan dan dihormati, hanya dikirimi undangan. Latif mengatakan, konsep akan dibuat lebih bermakna, di mana wali kota langsung yang datang bertamu dan mengundang mereka datang ke acara ultah kota.

“Acara mengusung tema, Mataram Punya Cerita untuk NTB Lebih Baik,” ungkap dia.

Di acara puncak, ada acara terjun payung yang akan dilakukan Pangkalan Udara Militer Rembiga. Sebanyak 23 personil akan memberikan atraksi terjun payung. Jumlah ini sesuai dengan usia Kota Mataram saat ini.

Ada juga dari Diskoperindag seperti kegiatan pasar murah. Lalu, RSUD Kota Mataram berencana menguicoba alat terbaru Chamber. “Di puncak acara, pak wali akan terima anugrah dari Arsip Nasional,” tandasnya. (zad/r4)