MATARAM WISATA SEJARAH, BUDAYA DAN RELIGI LOMBOK

Dipostkan pada : 2016-06-09    Oleh : Salman    Viewer : 1001

Mataram Wisata Sejarah, Budaya dan Religi Lombok

Dalam awal sejarah Lombok di akhir abad ke 19 ada tiga pengaruh luar yang saling mempengaruhi dengan rakyat sasak. Pertama, Pengaruh kebudayaan Jawa abad 15 dan abad 16, kedua, gabungan Pengaruh politik bali dan Makassar, dan ketiga, Konsolidasi penguasaan politik Bali dari permulaan abad 18 dan seterusnya (Van Der Kraan, 2009). Pengaruh kebudayaan dan agama jawa dibawa oleh sunan prapen anak dari susuhunan ratu Giri, Sunan Prapen melakukan penyebaran agama Islam melalui bayan di Lombok dan diteruskan ke pulau Sumbawa. Jejak interaksi budaya bali dan masyarakat sasak dapat dilihat dari tempat wisata taman mayura dan pure meru yang terletak dekat pasar cakranegara, pusat perdagangan di Kota Mataram.

Mataram menjadi sentral perjalanan wisata di pulau Lombok, di Kota Mataram Anda bisa menemukan perpaduan budaya sasak dan budaya bali, begitu juga ada pengaruh etnis lainnya seperti pengaruh budaya arab di ampenan sampai terbentuk kampung arab, terbentuknya kampung banjar dan kampung bugis. Dengan keberagaman budaya ini, Kota Mataram sangat menarik untuk dikunjungi. Berikut ini paparan wisata warisan sejarah budaya, Relegi dan wisata baru yang dibuat di Kota Mataram.

  1. Taman Mayura dan Pure Meru

Taman Mayura dibangun oleh Anak Agung Ngurah Karangasem pada tahun 1744, taman ini dibangun untuk peristirahatan Raja. Sebelum disebut Taman Mayura, taman ini bernama Taman Kalepung yang artinya suara jatuhnya air dari telaga. Karena taman kalepung ini banyak dihuni oleh ular maka didatangkanlah burung Merak untuk membasmi ular-ular tersebut. Sejak itulah taman itu disebut taman Mayura, yang dalam bahasa sansekerta Mayura berarti Merak. Di lokasi taman Mayura terdapat Kolam besar dan ditengah-tengah kolam ada bangunan tempat peristirahatan Raja.

Pure Meru terletak tidak jauh dari Taman Mayura, Pure Meru ini juga dibangun oleh Anak Agung Ngurah Karangasem. Pure ini terbagi menjadi 3 bagian dimana terdapat 33 sanggah berwarna putih yang bermakna ada 33 Desa yang ikut serta membangun Pure Meru. Pure Meru masih aktif digunakan oleh umat Hindu Kota Mataram sebagai tempat persembahyangan.

  1. Kota Tua Ampenan

Ampenan adalah pusat perniagaan pada zaman hindia belanda dan pusat pelabuhan pada saat itu, bahkan Ampenan masih menjadi pusat pelabuhan sebelum pelabuhan dipindah ke Lembar Kabupaten Lombok Barat. Bangunan-bangunan tua di Kota tua Ampenan akan membawa kita untuk bernostalgia pada jejak-jejak peninggalan bangunan zaman kolonial Belanda.

 

  1. Museum Negeri Nusa Tenggara Barat

Museum menjadi tujuan wisatawan atau para peneliti untuk mencari referensi buku maupun benda peninggalan sejarah seuatu peradaban masyarakat. Museum Nusa Tenggara Barat yang terletak di jalan panji Tilar Negara Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan. Sebagai pusat referensi untuk mengetahui sejarah budaya sasak, samawa dan mbojo, museum yang terletak di Kota Mataram ini memiliki destinasi tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengetahui sejarah dan jejak-jejak peradaban suku sasak, suku samawa dan suku mbojo yang berada di Nusa Tenggara Barat.

  1. Taman Sangkareang

Taman sangkareang yang terletak disamping kantor Walikota Mataram adalah taman rekreasi untuk keluarga dan tempat bersosialisasi masyarakat. Dengan penataan rapi dan asri taman sangkareang menjadi tujuan wisata masyarakat.

  1. Taman Udayana

Taman Udaya adalah salah satu ruang terbuka hijau yang dimiliki Kota Mataram, taman udayana memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai paru-paru Kota Mataram dan hutan Kota, sebagai sarana olahraga, sebagai sarana rekreasi gratis, sebagai sarana wisata kuliner makanan khas Lombok.

sebagai salah satu hutan kota, taman Udaya memiliki pohon dan tanaman yang menghasilkan udara yang sangat sejuk dan sehat. Pada pagi dan sore hari masyarakat bisa menggunakan Taman Udaya sebagai sarana olahraga sekaligus rekreasi sehat. Dan untuk malam hari wisatawan dimanjakan dengan menikmati surga kuliner khas Lombok di areal terbuka.

  1. Taman Selagalas

Taman yang terletak di kelurahan selagalas kecamatan Sandubaya dapat menjadi wahana wisata yang layak dan enak dikunjungi.  Dengan dikelilingi oleh suasana sejuk, taman ini dilengkapi oleh fasilitas kuliner, jogging track, berugak dan arena permainan anak. Taman multifungsi menjadi istilah tepat bagi taman selagalas, taman selagalas bisa dijadikan sebagai sarana wisata keluarga, sarana olahraga dan ruang terbuka hijau.

  1. Ruang Terbuka Hijau Pagutan

Taman yang terletak di selatan Kota Mataram merupakan taman yang mengusung konsep “eco dan edu park”. Taman ini menjadi pusat edukasi masyarakat, taman ini menjadi pusat pengembangan agribisnis terpadu. Sebagai taman holtikultura atau horti park wisatawan akan sangat dimanjankan.

  1. Masjid Islamic center

Salah satu icon wisata baru pulau Lombok adalah masjid Islamic center yang merupakan masjid terbesar di pulau Lombok bahkan terbesar di Nusa Tenggara Barat.  Masjid ini memiliki menara yang bernama “menara 99” yang diambil dari asmaul husna Al-Qur’an dan menjadi menara tertinggi di Nusa Tenggara Barat. Begitu juga kubah masjid, yang bermotif batik sasambo yang khas, terinspirasi oleh batik sasambo (sasak, samawa dan mbojo). Wisatawan yang berkunjung akan dimanjakan oleh keindahan dan kemegahan masjid ini.

 

  1. Makam Loang Baloq

Makan loang balog adalah salah satu destinasi wisata relegi yang terletak di Kecamatan Sekarbela. Makan loang baloq memiliki tiga makam yang dikeramatkan di areal pemakaman, salah satu makam yang dikeramatkan adalah makam syeckh Gaus Abdul Razak ulama besar dari jazirah arab yang menyebarkan agama Islam di pulau Lombok. makam ini selalu ramai dikunjungi oleh peziarah dari seluruh penjuru Lombok. makam ini banyak dikunjungi oleh masyarakat Lombok yang akan berangkat menunaikan ibadah haji, calon jema’ah haji melakukan zikir dan syukuran diareal makam. Selain itu, Makam ini digunakan sebagai sarana ngurusingan atau potong rambut bagi anak-anak. Ngurisang adalah salat satu tradisi masyarakat Lombok.

  1. Makam Bintaro

Makam Bintaro terletak di Ampenan disamping kuburan Cina, menurut sejarawan dimakam ini terdapat makam Habib Husein Bin Umar Mashur yang merupakan muballig penyebar dan penyempurna ajaran agama Islam di Lombok. Selain makam Bintaro dan makam Loang Baloq, terdapat pula makam-makam lainnya seperti makam raden Garim di Monjok, Makam TGH. Ahmat Tretetet di Karang Kelok, dan Makam TGH. Mustafa Kamal Sekarbela.

  1. Pantai Ampenan, Pantai Tanjung Karang/Taman Loang Baloq dan Pantai Gading

Pantai Ampenan terletak di daerah Ampenan, selain sebagai destinasi kota Tua, Ampenan memiliki pantai yang menjadi tujuan wisata masyarakat Mataram dan masyarakat Lombok.

Pantai Tanjung Karang dan Taman Loang Baloq yang berdekatan memberikan destinasi wisata multifungsi, taman Loang Baloq dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, sebagai tempat wisata keluarga dengan berugak di areal kolam buatan, sebagai sarana olahraga yang dilengkapi jogging track mengitari kolam taman Loang Baloq. Wisatawan bisa langsung menikmati pantai karena Taman Loang Balog menyatu dengan pantai. Sebagai informasi pelengkap wisatawan tidak perlu cemas kalau sedang lapar, taman loang baloq menyediakan kuliner bagi yang membutuhkan.

Pantai Gading merupaka destinasi baru yang diperkenalkan Pemerintah Kota Mataram, berada disebelah selatan Taman Loang Baloq, Pantai Gading memberikan destinasi wisata seperti taman Loang Baloq.  

            Keberagaman budaya, etnis, religi dan sejarah menjadikan Kota Mataram sebagai sentra wisata pulau Lombok. segala hal terkait dengan Lombok bisa ditemukan di Kota Mataram, Ayo Ke Mataram Anda akan Aman dan senang.