PERAYAAN IMLEK ENTITAS BUDAYA NASIONAL

Dipostkan pada : 2016-06-09    Oleh : Salman    Viewer : 293

PERAYAAN IMLEK ENTITAS BUDAYA NASIONAL

Perayaan Tahun Baru Cina atau yang lebih dikenal dengan Perayaan Imlek telah menjadi bagian dari entitas budaya Nasional. Sejak era Presiden KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Etnis Tionghoa di Tanah Air mendapatkan haknya sebagai warga Negara yakni menganut ajaran dan kepercayaan mereka.

Berbekal legalitas Negara, kebudayaan etnis Tionghoa berkembang dan ber akulturasi dengan budaya Nusantara yang telah menjadi khazanah kekayaan budaya bangsa. Dengan demikian perayaan Tahun Baru di Indonesia dirayakan lebih dari satu kali, yakni Perayaan Tahun Baru Hijriyah, Tahun Masehi, Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Ummat Hindu, Tahun Baru Cina atau Imlek. Keberagaman perayaan inipun telah menjadi salah satu magnet bagi dunia pariwisata di Indonesia.

Di Kota Mataram, komunitas warga Tionghoa telah memiliki akar budaya di masa lampau sehingga keberadaan mereka merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Kota Mataram. Keberadaan warga Tionghoa seakan saling melengkapi dengan warga pribumi dan etnis lainnya yang bermukim di Mataram.

Setiap perayaan Tahun Baru, warga Tionghoa memadati Klenteng atau tempat peribadatan mereka untuk memanjatkan do’a dan harapan agar setahun kedepan mendapatkan kebaikan dari Sang Pencipta.

Ada hal yang berbeda dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2567   di Mataram tahun ini. Konsulat Jenderal  Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok yang berkedudukan di Bali mengagendakan perayaan Imlek yang bertajuk “Silaturrahmi Budaya” digelar di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat.

Perayaan Imlek Nasional yang digelar 20 Februari ini menjadi daya tarik wisatawan mengingat tidak hanya kebudayaan warga Tionghoa saja yang ditampilkan namun juga berkolaborasi dengan atraksi budaya lokal lintas etnis seperti Sasak Samawa dan Mbojo.

Kegiatan yang dilaksanakan sehari ini diawali dengan Parade Budaya dengan membawa bendera Indonesia sepanjang 108 meter di iringi atraksi barongsai, gendang beleq, reoq ponorogo dan dimeriahkan 18 penari asal Tiongkok dan dilanjutkan dengan Pasar Murah dan Pameran Kuliner.

Malam harinya, berbagai atraksi seni budaya dari NTB dan Provinsi Zhejiang, Tiongkok turut ditampilkan dihadapan ribuan pengunjung yang memadati jalan Pejanggik.

Diawali dengan  tarian Barongsai, tarian Sasambo  serta alunan kesenian bernuansa Islam, dilanjutkan dengan nyanyian lagu-lagu berbahasa Tiongkok, tarian akrobatik, permainan alat musik tradisional Tiongkok, tarian hula hoop, sulap dan ditutup tarian akrobatik melengkapi kepuasan masyarakat Mataram yang hadir malam itu.

Kegiatan  ini dihadiri langsung Konjen Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk wilayah Bali Nusra Hu Yinquan. Ia berharap acara Silaturrahmi Budaya Imlek seperti ini diadakan setiap tahun di NTB, tujuannya agar menambah daya tarik wisata NTB dan meningkatkan kerja sama antar dua negara.